Demonstrasi yang awalnya damai kemudian berubah menjadi kerusuhan setelah polisi bertindak refresif untuk membubarkan para demonstran dengan menyemprotkan gas air mata dan menggunakan squad anjing untuk menyerang para demonstran dan menangkap beberapa Muslim, inilah yang menyebabkan para demonstran Muslim semakin marah dan membalas.
Beberapa Muslim terluka hingga berdarah akibat tindakan refresif polisi hingga harus dirawat di rumah sakit, dan ada di antara polisi yang juga mengalami luka akibat ulahnya sendiri memicu kemarahan demonstran.
Para demonstran menekankan bahwa kemarahan mereka, dalam aksi protes yang digelar pada hari Sabtu (15/9/2012) tersebut, adalah murni karena Allah dan Rasul-Nya.
"Kemarahan dan emosi kami adalah murni karena Allah dan Rasul-Nya," kata seorang demonstran


















[sumber]