Home » » Inilah Cerita Para Penyidik KPK yang Diteror Polisi

Inilah Cerita Para Penyidik KPK yang Diteror Polisi

Novel Baswedan, seorang penyidik polisi yang memutuskan berkarier di Komisi Pemberantasan Korupsi mendapat teror. 

Seluk beluknya sebagai perwira polisi ditelisik lagi. Mulai dari mengintai kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, sampai dikait-kaitkan dengan kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi delapan tahun lalu.

Teror sesungguhnya tak cuma menimpa Novel. Seorang penyidik perkara suap Bupati Buol Amran Batalipu juga terancam dikriminalisasi.

Dalam operasi meringkus Amran, penyidik itu berbekal surat resmi KPK meminjam peralatan dari Brimob setempat. Kini peminjaman alat-alat itu dipersoalkan. Polisi menyebut peminjaman itu ilegal.

Ada juga penyidik yang rumahnya didatangi berulang-ulang oleh orang tak dikenal. Meneror si penyidik, pagar rumahnya diterabas. Gembok yang menggerendel pagar dijebol hingga rusak. Si penyidik yakin perbuatan itu tak dilakukan orang iseng.

Apalagi peristiwa itu terjadi setelah kasus simulator diusut KPK. Indikasi lain, pada saat bersamaan, namanya dibusukkan dengan peristiwa-peristiwa kecil saat menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian.

Bambang Widjojanto mengatakan teror makin hebat setelah KPK melayangkan surat pemberitahuan pengangkatan 28 penyidik, Rabu pekan lalu. Malam itu juga ada seorang penyidik yang rumahnya didatangi pria tak dikenal.

Mabes Polri membantah ada operasi meneror penyidik, termasuk mencari-cari kesalahan mereka. "Buat apa? Tidak pernah ada usaha seperti itu," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto




 
Support :Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HLOWBOS - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger